Dari Wiki bisa kita peroleh penjelasan sebagai berikut :
Philosophy is the study of general and fundamental problems, such as those connected with reality, existence, knowledge, values, reason, mind, and language.
Filsafat adalah sebuah studi. Studi artinya mempelajari, belum sampai final dan belum sampai pada kesimpulan. Studi yang sudah final sudah ada namanya sendiri dan tidak lagi disebut filsafat, seperti misalnya biologi atau fisika.
Pada waktu kepala Newton kejatuhan apel, dia mulai studi kenapa apel bisa jatuh kena kepalanya. Inilah salah satu contoh filsafat. Menyelesaikan studi itu bisa dengan bermacam cara. Bisa dengan epistemologi, ontologi, metodologi, logika, sains, etika, estetika, hukum, politik, sosial dll.
Mencoba menganalogikan filsafat dengan kata2 mutiara atau wisdom quote (yang berisi nasihat, pepatah, hasil pengamatan dll) adalah sebuah kesalahan yang mendasar. Wisdom quote hanyalah salah satu bagian dari filsafat dan masuk dalam ilmu sosial.
Apakah ilmu2 sosial itu sesuatu yang pasti? Tentu tidak. Dalam ilmu sosial (dan psikologi) lebih banyak hal2 yang berhubungan dengan banyak parameter baik yang berasal dari diri sendiri maupun dari lingkungan sosial, seperti misalnya cinta, empati, simpati, personality, habit, communication, way of life, faith, mindset dan lain2. Ilmu2 sosial ini sering interconnected dengan ilmu2 lainnya seperti biology dan neurology.
Contoh ketidakpastian dalam ilmu sosial:
1. Apakah wanita yang langsing lebih berbahagia dari wanita gemuk?
2. Apakah pria bertitit besar lebih berbahagia dari yang kecil?
Jadi, pada saat pikiran anda mulai menganalisa sesuatu, apapun yang anda analisa, pada saat itulah anda sudah berfilsafat. Filsafat tidak membahas benar atau salah, tetapi membahas mengapa, bagaimana dan kapan sesuatu itu bisa terjadi.
Benar atau salah itu hanyalah sesuatu yang bersifat sangat subyektif dan sangat terpengaruh oleh lingkungan. Jika anda membunuh dalam peperangan itu masih bisa dibenarkan, tetapi jika anda membunuh tetangga yang berisik itu adalah sebuah kesalahan.
Kalau di Indonesia, filsafat itu diterjemahkan menjadi falsafah, diterjemahkan lagi menjadi ajaran tentang kehidupan, dan akhirnya diterjemahkan menjadi kata2 mutiara. Contohnya, "Orang sabar disayang tuhan". Ini belum tentu benar. Bagaimana bisa tahu disayang tuhan kalau faktanya banyak orang2 yang sabar tapi ya tetep kena musibah terus.
Jadi, jangan pernah menganalogikan filsafat dengan kata2 mutiara. Itu salah besar. Filsafat adalah induk dari semua ilmu pengetahuan dengan berbagai cabang seperti tercantum pada gambar terlampir.
No comments:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.