Saturday, December 22, 2012

By Design atau By Chance?

Konsep terbentuknya alam ini terdiri dari dua jenis yaitu :

1. By Design (sudah terdisain sejak awal) 

Konsep ini menyebutkan bahwa setiap entitas di alam ini sudah direncanakan sejak awal sehingga proses evolusinya akan mengikuti design awal tadi. Konsep ini diimani oleh kaum theis dan oleh kaum yang menyetujui adanya intelligence design, temasuk diantaranya adalah kaum agnostik.

2. By Chance (secara kebetulan, tidak terdisain sejak awal) 

Konsep ini menyebutkan bahwa setiap entitas di alam ini terjadi secara random dan secara kebetulan. Sama sekali tidak ada perencanaan awal sehingga proses evolusinya akan tergantung pada kondisi entitas itu sendiri dan kondisi lingkungannya. Konsep ini diimani oleh kaum ateis dan diimani juga oleh sebagian kaum agnostik.

Secara definisi terlihat bahwa kedua konsep ini berbeda, tetapi pada dasarnya kedua konsep ini sama saja. Untuk membuktikan persamaan dari kedua konsep itu, saya ambilkan contoh sebuah kaca tipis dan sepotong logam tipis. Dua benda itu saya lemparkan ke atas dan saya tunggu jatuhnya di mana. Lokasi jatuhnya masing2 benda itu murni by chance, bisa jatuh di mana saja dan sulit untuk bisa dihitung secara akurat. Tetapi bagaimana efek benturan benda2 itu terhadap lantai sudah bisa saya prediksikan sejak awal. Saya tahu persis bahwa kaca kalau jatuh ke lantai pasti pecah, dan saya tahu persis kalau logam jatuh ke lantai hanya mengalami sedikit deformasi. 

Mengapa dua benda itu bisa memberikan pola yang berbeda jika terkena benturan keras? Karena kaca dan logam itu memiliki properties (atau atribut) yang berbeda. Properties ini sudah ada sejak Bigbang bahkan mungkin sudah ada sejak alam ini terbentuk. Artinya, properties setiap partikel, atom, materi dan enerji yang ada di alam ini sudah ada sejak awal, dengan kata lain properties semua entitas itu sudah predefined (atau predesigned).


Jika semua entitas sudah memiliki properties-nya masing2, maka setiap compound (rangkaian, gabungan) dari entitas2 itu bisa dipastikan juga memiliki properties yang sudah predesigned. Jadi mau mengalami berbagai perlakuan apapun secara random seperti yang terjadi pada kasus2 by chance, properties dari setiap entitas itulah yang akan muncul, bekerja dan memberikan hasil. Artinya semua entitas itu selalu berperan by design. Sama sekali tidak pernah ada entitas yang berperan by chance. 


Hal inilah yang menjelaskan mengapa bisa muncul complexity dalam sebuah sel hidup yang konon hanya berasal dari materi2 non-organic yang terkena loncatan listrik intensitas tinggi. Jika properties itu tidak pernah ada sebelumnya, jangan pernah berharap bisa terbentuk single living cell atau genome yang mampu bekerja seperti sebuah pabrik miniatur dalam ukuran nano seperti yang ada dalam video terlampir (Leukocyte Extravasation).


Dari uraian tersebut bisa dismpulkan bahwa kedua konsep itu sebetulnya sama saja. Herannya masih banyak para ilmuwan yang selalu berselisih pendapat tentang by design atau by chance. Kelihatannya di lingkungan para ilmuwan pun juga terjadi perseteruan terselubung antara ilmuwan ateis dengan ilmuwan teis. :)



No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.