Kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenali Tuhanmu, begitu yang disampaikan oleh para alim ulama jaman dulu. Man arafa nafsahu faqad arafa rabbahu.
Apa yang perlu dikenali? Ada banyak hal, mulai dari bentuk fisik, cara bergerak, ekspresi sedih atau gembira, perilaku, pikiran, perkataan dan perbuatan.
Tidak berbeda jauh dengan ajaran Hindu Tri Kaya Parisudha, yaitu Berpikir yang baik dan benar (Manacika), Berkata yang baik dan benar (Wacika) dan Berbuat yang baik dan benar (Kayika).
Untuk bisa berpikir, berkata dan berbuat, ada dimana sumber kontrol itu semuanya? Adanya di dalam otak. Anda tidak akan bisa berpikir, berkata atau berbuat apapun jika tidak memiliki otak. Makanya tidak salah juga jika ada kaum atheis yang mengatakan bahwa tuhan itu adanya di dalam otak.
Renungkanlah semua kata2 mutiara dari berbagai agama (termasuk juga dari kaum atheis) dan tarik benang merahnya, maka kita akan tahu bahwa imajinasi mereka semua itu terfokus pada satu titik yang sama. Cahaya di atas cahaya. Cahaya adalah emanasi dari enerji, dan cahaya di atas cahaya adalah emanasi dari biangnya atau embahnya enerji.
Kalau kita sudah pernah membaca artikel sains bahwa sebagian alam ini bisa terbentuk karena adanya enerji awal potensial yang menjadi penyebab terjadinya Bigbang, itulah enerji yang mewujud seolah2 seperti cahaya. Itu baru cahayanya. Setelah itu ada level cahaya di atas cahaya secara berjenjang. Board of Lights. Makanya kata "pencerahan" dalam bahasa inggris disebut "Enlightenment", terkena pancaran cahaya.
Oleh karena itu, mari kita buka jendela hati kita agar memungkinkan adanya secercah cahaya yang mampu meneranginya sehingga kita mampu berpikir dengan baik dan benar.

mari kita mengenal tuhan dan mendekatkan diri kepadanya
ReplyDelete