Suara adalah vibrasi. Hampir 70% tubuh berisi air. Sains membuktikan bahwa suara lima kali lebih efisien jika merambat melalui air daripada melalui udara. Selain itu, air juga mengalami resonansi dan molecular structure rearrangement. Secara otomatis vibrasi itu juga akan mempengaruhi sel darah dan struktur nutrisi yang dibawanya.
Jika kita berdoa dengan bersuara, lebih baik lagi jika suara itu mendengung seperti suara orang sengau, layaknya doa dalam bahasa Arab atau mantera dalam bahasa Sanskrit, maka efek vibrasi itu akan mengalir ke seluruh tubuh dan mempengaruhi semua sel tubuh termasuk juga sel otak. Lupakan dulu semua teori bahwa tuhan maha mengabulkan doa, tetapi renungkan fakta bahwa di dalam sel tubuh kita ada sebuah pabrik biologis yang konfigurasinya bisa dipengaruhi dengan frequency.
http://www.dailymail.co.uk/health/article-2013650/Healing-vibes-curing-cancer-Medical-mumbo-jumbo-thats-actually-TRUE.html
Jadi, jika selama ini anda berdoa dalam hati, atau dengan berbisik, coba ubah doa anda menjadi bersuara dengan nada yang sengau (mendengung di hidung) sampai terasa tulang tengkorak anda bervibrasi. Coba dan buktikan dulu. Jangan buru2 menjadi kaum denialism dan sadari bahwa hidup ini berisi trial and error. Semoga kesehatan dan kehidupan anda semakin baik di hari2 mendatang.

semuanya bagus asal meminta hanya kepada allah swt
ReplyDeleteyang terpenting adalah berdoa kepada allah dan meminta kepadanya tidak kepada yang lain
ReplyDelete