A bercerita, "Eikeh kemarin lihat kucing bisa terbang".
B menjawab, "Ngga mungkin, itu ngga logis."
A bertanya, "Kenapa you mengatakan itu ngga logis?
B: menjawab, "karena selama ini Ana tidak pernah lihat ada kucing bisa terbang. Selain itu kucing tidak punya sayap jadi tidak mungkin bisa terbang. Antum lagi mabuk kali ya...."
Kita lihat di sini argumen si B. Argumennya ada dua, yang pertama adalah "selama ini Ana tidak pernah lihat ada kucing bisa terbang", sebut sebagai Arg1. Yang kedua adalah "kucing tidak punya sayap jadi tidak mungkin bisa terbang", sebut saja dengan Arg2.
Bahasan argumen pertama (Arg1):
Jika B selama ini tidak pernah melihat sesuatu fenomena aneh, apakah fakta itu bisa dijadikan generalisasi bahwa SEMUA orang juga tidak pernah melihat fenomena yang sama? Jika ya, maka ini masuk dalam fallacy yang bernama Falsus in Uno, Falsus in Omnibus - False in one, False in All.
Showing posts with label fallacy. Show all posts
Showing posts with label fallacy. Show all posts
Wednesday, January 1, 2014
Thursday, December 12, 2013
Obyektivitas
Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa penilaian yang obyektif itu adalah penilaian yang paling baik karena ditunjang oleh fakta2 empiris.
Contohnya, ada yang membuat pernyataan bahwa "sebagian besar rakyat Indonesia lebih menyukai makan nasi daripada makan bakmie". Ini bisa dibuktikan secara empiris baik dengan pengamatan atau survey bahwa di mana2 (secara totalitas) lebih banyak orang2 Indonesia yang makan nasi.
Meskipun demikian, benarkah yang disebut penilaian yang obyektif itu memiliki probabiltas untuk selalu lebih benar dibandingkan dengan penilaian yang subyektif?
Contohnya, ada yang membuat pernyataan bahwa "sebagian besar rakyat Indonesia lebih menyukai makan nasi daripada makan bakmie". Ini bisa dibuktikan secara empiris baik dengan pengamatan atau survey bahwa di mana2 (secara totalitas) lebih banyak orang2 Indonesia yang makan nasi.
Meskipun demikian, benarkah yang disebut penilaian yang obyektif itu memiliki probabiltas untuk selalu lebih benar dibandingkan dengan penilaian yang subyektif?
Subscribe to:
Posts (Atom)

