Showing posts with label persepsi. Show all posts
Showing posts with label persepsi. Show all posts

Saturday, March 7, 2015

Permainan Persepsi

Jangan tanya apa agamaku,
Aku bukan Yahudi, bukan Kristen, bukan Islam,
Bukan pula Bahá'í, Hindu, atau Buddha,
Karena begitu aku sebut satu nama agama,
Maka persepsimu akan bermain.
Berhati2lah bermain persepsi.
Meskipun persepsi itu bisa memuaskan egomu,
Tetapi dia juga bisa merugikan orang lain.
Jika agamamu hanya berisi pemuasan ego,
Lalu apa tujuannya engkau beragama?

Wednesday, February 25, 2015

Merahmu, Merahku

Apakah merahmu sama dengan merahku?
Belum tentu sama, karena warna hanyalah ilusi. 
Ada yang menyebut merah sebagai merah.
Padahal yang lain menyebut hijau sebagai merah. 

Itu baru soal warna, apalagi soal kebenaran, agama dan tuhan.
Benarkah tuhanmu sama dengan tuhanku?
Seberapa jauh pengenalan terhadap tuhanmu sehingga mampu membuat komparasi?
Jadi bahaslah kebenaran sebuah warna sebelum membahas ketuhanan.

Wednesday, January 1, 2014

Kelogisan sebetulnya sebagian besar hanyalah sebuah persepsi

A bercerita, "Eikeh kemarin lihat kucing bisa terbang".
B menjawab, "Ngga mungkin, itu ngga logis."

A bertanya, "Kenapa you mengatakan itu ngga logis?
B: menjawab, "karena selama ini Ana tidak pernah lihat ada kucing bisa terbang. Selain itu kucing tidak punya sayap jadi tidak mungkin bisa terbang. Antum lagi mabuk kali ya...."

Kita lihat di sini argumen si B. Argumennya ada dua, yang pertama adalah "selama ini Ana tidak pernah lihat ada kucing bisa terbang", sebut sebagai Arg1. Yang kedua adalah "kucing tidak punya sayap jadi tidak mungkin bisa terbang", sebut saja dengan Arg2.

Bahasan argumen pertama (Arg1):
Jika B selama ini tidak pernah melihat sesuatu fenomena aneh, apakah fakta itu bisa dijadikan generalisasi bahwa SEMUA orang juga tidak pernah melihat fenomena yang sama? Jika ya, maka ini masuk dalam fallacy yang bernama Falsus in Uno, Falsus in Omnibus - False in one, False in All.